Monday, 29 October 2018

JIKA

 Jika mungkin anda kembali ,butuh waktu lagi untuk saya untuk menyayangi mu dari awal lagi..jika anda bertanya soal cinta !!! Seperti yg pernah saya katakan dulu "aku mencintaimu sampai kapanpun" dan jika anda bertanya "slalu cinta tapi butuh waktu untuk sayang" !! Sayang dan cinta itu berbeda jika anda berfikir pasti mengerti
Last  jika anda bertanya kenapa saya dulu pergi !!! Simple "karna saya kecewa kepada anda dan anda juga tau knpa" 

Monday, 17 September 2018

Berhenti Mendoakanmu


Mungkin saat nya aku berhenti menyebut namamu dalam doaku ,aku hanya tak ingin seolah-olah aku tau bahwa kamulah yg terbaik darinya Untuk-ku ,aku takut terlarut dalam mendoakanmu..... ketika kehendak nya berkata "ternyata kamu bukan untuk-ku " dan kecewalah yang kurasakan  terhadap apa yang telah di tetapkanya .
Mulai saat ini aku benar-benar berhenti mendoakanmu ,meski kamu adalah seseorang yg aku harapkan :) aku tetap berdoa ,,,dengan doa yg sama tanpa menyebut namamu , Tapi ada Satu doa terakhir yg ku panjatkan untukmu" JIKALAU TERNYATA BUKANLAH AKU YANG MENJADI TAKDIR MU ,SEMOGA ITULAH MEMANG BENAR-BENAR SESEORANG YANG TERBAIK DARINYA UNTUKMU" Aku mencintai mu sampai kapanpun ,jangan sampai kamu menangis ya :) 

Thursday, 23 August 2018

Aku, Alkohol Dan Kamu

. AKU, ALKOHOL, DAN KAMU
.

Tolol benar aku malam itu!
Seribu kali aku coba berdiri
Seribu satu kali jatuh lagi
Kakiku benar-benar telah terikat
Hatiku benar-benar sudah kau jerat
Akal sehatku berkata aku harus pergi
Tapi wiski, tau betul bagaimana caranya  berdiskusi

Alkohol, Aku, dan Kamu
Kita bertiga terlibat dalam asmara yang bercerai dengan logika
Asmara yang berputar-putar diluar kotak analisa

Kau, wanita yang tak banyak bicara
Kata-katamu tak pernah panjang
Namun begitu dalam
Sedang aku?
Pemabuk yang juga kecanduan puisi
Walau mabuk berat, aku masih mampu ber-filsafat
Sudah kubolak balik lembar hatimu
dari bab satu sampai bab seribu
Tak pernah benar-benar bisa ku-urai makna, meski ku hafal betul segala tafsirnya

Ada emosi yang menggetarkan dadaku waktu itu
Tenaga mistik seketika menjalar
Kelenjar-kelenjarku mulai bekerja
Menerjemahkan bahasa dendam
Dendam terhadap lapar
Dendam terhadap kemiskinan
Dan dendam terhadap birahi laki-bini di gubuk pinggir kali

Jack Daniel's, EsKozi, Martini, Dan hangover jalan Cikini
Colombus, sampai Arak Cap Tikus
Ini kali terakhir aku tersungkur!
Keluar dari satu Bar,
Masuk dan tersesat di Bar lainnya
Tertidur pula di parkirannya!
Astaga.....
Waktu itu tekadku pernah bulat sempurna
Takkan lagi kutoreh kebelakang
Tak akan lagi kucoba menuang kenang

Telah kumerdekakan diri dari penjajahan jiwa
Dari semua gengsi,
Dari tafsir yang sangsi,
Dari daya tarikmu yang cadas
dan dari setiap jengkal pergiku yang tak pernah tuntas

Aku, berdiskusi kembali dengan Whiskey:
Kuceritakan padanya semua tentangmu
Dia malah diam
Kucium aroma tubuhnya
Masih terasa sama
Dialektika macam apa itu?
Seperti orang gila, gelas pula kuajak bicara
Kalau difikir-fikir....
Mungkin kau ada benarnya juga "Kelak Alkohol itu yang akan mengantarmu padaku"
"Ataukah aku yang akan kembali padamu"

Aku, Alkohol, dan kamu
Kita, Selalu, Segitiga..
.
.
Cikini
2018

Sunday, 13 May 2018

TAK PERNAH LAGI PAGI

aku ingin datang kepadamu dan membawakan ingatan. tentang bau mawar yang dulu lekat kini jadi hampir berkarat. tentang cangkir kopi yang bibirnya menipis sebab bergantian kita kecupi, atau tentang kesepianku, yang selalu meminta kau kunjungi, tapi kedatanganmu, adalah tiada.

akhir-akhir ini aku menisbikanmu lewat malam. biar tak perlu ada yang diharuskan padam. meski aku akan jadi kian mengelam.

sudah kuuraikan puisi di mataku, biar kau tak perlu terlalu jauh menyelam. tapi matamu, adalah pembaca yang melewatkanku.

ketiadaanmu hanya memberiku ruang untuk terus bersedih. detik waktu serupa tuts-tuts belati yang merajam tepat di ulu hati.

di kepalaku kenangan adalah mesiu, kesepian adalah bibir yang menghitung mundur untuk ia dapat meledak sewaktu-waktu.

sudah penuh seluruh bejana dengan airmataku. ketiadaanmu hanya mengizinkan waktu menjelma tungku yang mendiang asa-asa sampai merah jadi bara, habis jadi jelaga, kemudian digandeng angin entah ke mana.

tidak perlu kita saling menakar dan menukar gelisah. milikku adalah yang paling bangir sebab kau tak pernah lagi menaruh tubuhmu biar tinggal di rumah.

seperti ketika sepasang bibir kita bergumul di minggu lalu. aku meresah sebab kau tak lagi memejam dan mendesah. adakah kau cintai lidah yang lain? adakah teguk untuk ludah yang lain?

tapi aku masih sanggup ada di sini, di ruang antrean nomor entah. menantimu yang mulai berpaling untuk kembali berpulang. meski kau tak pernah tahu sebesar apa kumiliki gamang.

memang, benar katamu, yang menyala kelak pasti redup. aku melihatnya pada lentera kita. mereka tak pernah lagi seterang biasanya. hanya remang. seperti kamar ini ketika kau dan aku saling membangun surga di atas tubuh setapak, dengan kecupan-kecupan yang tak pernah mampu terhitung angka, dengan pakaian-pakaian yang kita biarkan kedinginan di lantai, dengan lenguh dan desah kita yang memuput sepi menjauh, sebelum pagi bertandang dan membawa langkahmu pergi dari tempat ini; petak kamar yang setelah kau tinggalkan, tak pernah lagi menemukan pagi.

-Jimniawan
#daurlebur

Thursday, 3 May 2018

Jangan sampai percuma melepas aku

Sampai kapanpun aku takan pernah tau bagaimana cara mencintaimu ,maaf atas semua yang aku lakukan padamu  tapi percaya lah ....aku pergi sudah menjadi takdir ,takdir di mana saat nya kamu mencari orang yg lebih tau untuk mencintaimu ,ya aku orang yang keras kepala karena tuhan menciptakan kepala dengan kondisi keras agar tak mudah hancur ... Aku pernah berfikir ,memikirkan cara membalas budi padamu kamu telah merubahku mendekati tuhan ,,terima kasih untuk itu ,, oh iya  tenang aku selalu berdoa ,berdoa dengan namamu agar selalu menghiasi langit dan langit tak lagi menjadi saksi cinta kita akan tetapi  langit  menyimpan kenangan indah kita dan baru saja terjadi kira-kira 2 jam sebelum aku menulis tulisan busuk ini... Jangan sampai menyesal melepas aku ,aku tak menyalahkanmu tapi kamu harus tau kesalahanmu itu sendiri 😊

Thursday, 13 July 2017

AKAN KUCARI NAMAMU DALAM SAJADAH SEPERTIGA MALAMKU

Entah kenapa aku suka dengan kata-kata ini :

Cinta dalam diamku,
Haruskah kau tahu jika aku mencintaimu..
KURASA TIDAK,
Karena cinta itu tak bisa terungkap agar bisa terlihat..
Ianya hanya bisa dirasa dalam hati,
Bukan aku tak berani mengurai..
Tapi aku takut salah dalam menempatkannya,
Karena apa yang menurutku baik,
Belum tentu baik menurutNya..
Aku ingin yang terbaik untuk Robbku
Sebenarnya..
Acuhku bukan berarti mengabaikanmu..
Diamku bukan berarti tak mengingatmu..
Karena aku pun insan biasa..
Ada perasaan..
Ada keinginan..
Ada harapan..
Namun aku merasa diri belum pantas untuk itu..
Biar rasa ini tercipta,
Kusimpan disudut hati,
Hanya ALLAH saja yang tahu..
Kuterbangkan sayap angan keangkasa,
Agar nafsu tak menyeretku inginkan cinta..
Akan kucari namamu disepertiga malamku..
Aku harap kaulah yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku..
Jikapun bukan..
Tak mengapa aku percaya takdirNya adalah yang Terbaik untukku.
Aamiiin yaa rabbalallamiiin

Sumber :
https://www.google.com/search?hl=in-ID&source=android-browser&ei=7Se6WpKrIsvpvgSGt4SoDA&q=kata+kata+tahajud+cinta&oq=1%2F3+malam+kata2&gs_l=mobile-gws-serp.1.1.0i71l5.0.0..23975...0....0.0.............mobile-gws-wiz-serp.5lWhz2pp5co%3D

Wednesday, 14 June 2017

Entah Apa Itu

Pada semua yg telah pergi
Selalu saja ku di hampiri aroma menyengat
Menyelinap memburu pada pikiran
Menyerta pada jiwa yg tak lagi sanggup membendung kelaraan. Masih saja didekap kepedihan yang entah kapan akan bertepi.
Menyesak batin dalam segala bentuk kerapuhan. Dimanakah kesalahanku mengartikan rindu,Atau cinta yg bergagasan d luar logika.
Waktu, peluk aku dalam hening untuk membendung lelah sampai ujung senja.
Nafas, bertahanlah hingga matahari menjemput, memberikan aroma kedamaian pada semesta.
Tuhan, tuntun langkah ini,tetap tegap berdiri menapaki dunia.